Cari

Berapa Lama Sampai Kita Jago Main Satu Alat Musik?

Diperbarui: 5 hari yang lalu



Dalam bukunya yang berjudul Outliers, seorang jurnalis ternama asal Kanada Malcolm Gladwell bilang bahwa sebuah kesuksesan tidak akan membuahkan hasil sampai setelah sepuluh tahun berlatih dan belajar secara konsisten. Dibandingkan dengan cabang studi lain, observasi ini tampaknya paling melekat untuk beberapa profesi saja, seperti musisi klasik, ahli bedah, atlit catur, dan profesi lain yang kesuksesannya tergantung pada latihan berulang kali. Dengan kata lain, kalau misalnya si kecil-mu mulai belajar piano di usia tujuh tahun dan latihan secara konsisten, mereka bakal mulai membuahkan hasil sepuluh tahun setelahnya. Mereka akan jago bermusik di tingkat lanjutan ketika usia 17 tahun.


Menarik, ya?


Aku cukup sering mendapat pertanyaan ini dari orang tua muridku, tapi, biasanya dalam bentuk pertanyaan lain. Sepengalamanku, setelah beberapa les privat musik, orang tua muridku kadang keliru, dan mengira anak-anak mereka sudah jago memainkan satu lagu dengan baik. Dalam pendidikan musik, latihan itu jelas bumbu rahasia (umum) untuk sukses. Aku dulu telah menguraikan dan membahas hal ini, di mana aku terus menekankan pentingnya latihan yang konsisten untuk berhasil dalam karir pembelajaran musik seseorang. Terlepas dari berapa banyak waktu yang kamu dan si kecil-mu investasikan dalam pendidikan musik, si kecil akan selalu lebih jago di latihan berikutnya.


Secara ilmiah, belajar musik itu sama sekali bukan seperti uji coba obat. Aku dan tim-ku di Ensiklomusika Music School tidak bisa memadatkan semua topik dan praktikal bermusik untuk si kecil-mu kuasai dalam satu sesi les musik privat. Berdasarkan pengalaman kita yang panjang, kesuksesan dalam menguasai sebuah alat musik itu malah gak mungkin sama sekali tanpa kolaborasi murid sendiri. Jadi intinya, murid, orang tua, dan pengajar harus berkolaborasi bersama untuk mengoptimalkan pengalaman belajar si murid. Dan, aku harus bilang lagi bahwa hasil belajar musik itu bukan proyek seribu candi semalam. Hasilnya akah terlihat bertahun-tahun setelahnya, atau bahkan 10 tahun dari sekarang - seperti yang Gladwell bilang di atas. Tapi, bukan berarti hasilnya hanya di penguasaan musik saja, tapi secara soft skills dan akademis di sekolah.


Aku juga pernah sekali membahas bahwa sebuah paparan dini musik bisa membantu keunggulan si kecil dalam kecerdasan emosional dan intelektualnya (EQ dan IQ). Ini relevan dengan topik ini, karena pengalaman musik dini mempengaruhi neuroplastisitas yang berlaku seumur hidup ke otak si kecil. Hal ini cuma mungkin dengan paparan dan latihan musik yang konsisten di kesehariannya. Bermusik meningkatkan kemampuan manusia untuk lebih dari sekadar memproses melodi dan ritme; ia juga memicu pembaikan kognitif dan sensorik yang lebih luas. Ini telah dibuktikan oleh banyak musisi sukses yang mendedikasikan hidup mereka untuk latihan yang fokus, disiplin, dan yang paling penting, konsisten. Tapi, bukan berarti mereka percaya bahwa mereka sudah menguasai alat musik tersebut. Memainkan instrumen yang sama berulang kali dan setiap hari membuka kapasitas tak terbatas untuk lingkungan bertumbuhnya si musisi tersebut. Si musisi ini yang bakalan lebih fokus dalam dedikasi dan kerja kerasnya untuk meningkatkan teknik dan sinkronisasi bermusik yang jauh lebih baik. Hubungan musik dan neuroplastisitas juga akan terus menguat selama bertahun-tahun. Contohnya, area otak motorik seorang pemain biola bakal jadi makin baik setiap harinya di pergerakan tangan, dan musisi secara umum bisa membedakan jenis alat musik, tempo, dan nada yang berbeda lebih baik, setelah latihan selama bertahun-tahun.


Omong-omong, yang aku telah uraikan di atas pernah terbukti dalam sebuah studi observasional. Pada tahun 2013, sekelompok peneliti membagi dua tim siswa usia sekolah, di mana satu kelompok belajar teori musik dan satunya langsung terjun ke bermain alat musik. Setelah dua tahun, yang terakhir lebih unggul secara akademis, di mana kemampuan otak mereka meningkat secara drastis. Mereka tidak hanya bisa bermusik dengan latihan yang konsisten, tetapi otak mereka juga lebih jago dalam pemprosesan bahasa asing daripada yang di kelas teori musik. Lagipula, murid di sini juga akan mendapat pendidikan yang holistik. Pemaparan konsisten pendidikan musik sejak dini akan mempertajam keterampilan sosialisasi dan disiplin si kecil. Manfaatnya memang tak berwujud dari buku raport si kecil, tapi lebih mendukung kesuksesannya dan banyak yang telah membuktikannya.


Jadi, kalau aku ditanya berapa lama sih sampai kita jago main satu alat musik? Aku malah akan tanya balik; “Berapa banyak waktu yang mau diinvestasikan dalam pendidik musik ini?”


Dengan 20 menit latihan per harinya, si kecil bakal jadi sedikit lebih jago setiap harinya! Bayangin deh, mungkin dalam 10 tahun, si kecil bakal bisa jadi bintang!


Ada lain pertanyaan untukku? Tanyakan di sini!


10 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua