Cari

Menjadi Musisi Asal Indonesia di Negara Kaya Tradisi

Sebagai musisi muda di Indonesia, aku sadar bahwa karakter dan pengalaman bermusikku telah mengalami banyak perubahan, baik positif maupun negatif. Hal negatif telah mengajariku banyak hal, dan hal positif telah membantuku sampai sekarang, dan aku hutang semuanya kepada tanah air kita!


Maka, dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia, aku mau membahas bagaimana musik tradisional Indonesia telah menginspirasi musik-ku, dan dampaknya di kancah internasional. Musik dan artis Indonesia telah berkembang jauh sejak pertama kali kita bisa ingat, dan aku rasa kita kurang merayakan mereka, deh!


Salah satu paparan awal Gamelan ke dunia


Ingat Claude Debussy yang terkenal? Saat itu Paris tahun 1889, dan Revolusi Prancis tepat berusia 100 tahun. Waktu itu ada perayaan dengan Paris Exposition Universelle, yang ternyata sangat penting, sampai perayaan tersebut digarisbawahi oleh pembangunan Menara Eiffel. Jadi, Menara Eiffel memang dibangun hanya untuk acara tersebut.


Claude Debussy, pada usia 27 tahun, mengunjungi banyak pameran dari seluruh dunia dan terpesona oleh musik gamelan dan tarian yang mengiringinya yang dilihatnya di pendopo Jawa. Beliau langsung jatuh hati pas lagi nonton koleksi instrumen perkusi logam yang berfungsi sebagai orkestra kerajaan di pengadilan regional negara itu. Ia memperhatikan timbre, tuning, polyphonic layering, dan struktur ritmis sebagai empat komponen utama musik gamelan, dan keindahan dari semua itu sekaligus.


Pola ritme yang saling terkait dan suara dering yang eksotis menarik banget buat Debussy dan segera menginspirasikan beliau untuk menulis lagu berjudul Pagodes, sebuah komposisi piano yang membangkitkan suara-suara tersebut pada tahun 1903. Pagodes ada elemen timbre, tuning, polyphonic layering, dan struktur ritmik, dilengkapi dengan kreasi musik Barat sebagai elemen utama. Lagu ini menangkap suara gamelan, dan menyoroti keunikan kombinasi kedua instrumen. Debussy saat itu telah mewakili gamelan Indonesia dengan cara yang luar biasa, bukannya kesan yang samar. Hebat banget, kan?


Setelah Debussy, banyak musisi dari Barat menyerah pada daya pikat gamelan. Beberapa, seperti Colin McPhee pada tahun 1930-an, melakukan perjalanan ke Indonesia dan tinggal di sana untuk sementara waktu buat belajarin gamelan secara mendalam. Lainnya, seperti Lou Harrison, bahkan telah menciptakan gamelan sendiri di Amerika Serikat.


Gamelan adalah alat musik yang indah menurutku. Tuningnya berbeda dari alat musik Barat, di mana ia memiliki lima nada yang ditempatkan secara merata di seluruh satu oktaf tangga nada slendro Jawa. Akibatnya, setiap interval lebih besar dari satu detik mayor tetapi kurang dari sepertiga minor. Jarak yang "sama" antara gamelan adalah perkiraan, yang menghasilkan variasi yang menarik. Nada dasar gamelan tidak terpaku pada standar global, tetapi pada nada yang ditentukan oleh pembuatnya, biasanya nada tertinggi yang dapat dinyanyikan dengan nyaman. Unik banget, aku gak ngerti lagi!


Jaya Suprana, musisi Indonesia favorit pertamaku


Tentu saja Jaya Suprana menempati posisi pertama buatku. Musisi kelahiran Denpasar ini terkenal dengan kemampuannya yang luar biasa, karena beliau memiliki kepribadian yang unik, kejeniusan musik, dan daya cipta yang sempurna yang belum pernah dimiliki orang lain di Indonesia. Fragment dan Tembang Alit adalah dua lagunya yang paling terkenal, yang mencerminkan daya cipta dan pengalaman hidupnya yang menurutku, menarik banget.

Saat ini beliau menjabat sebagai President of the Jamu Jago group, yang bergerak di bidang jamu dan obat-obatan farmasi. Pada tahun 1990, ia juga mendirikan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Tahu kan, sebuah museum yang didedikasikan untuk mendokumentasikan berbagai prestasi luar biasa orang-orang Indonesia?


Mochtar Embut, musisi Indonesia kedua dan luar biasa yang meninggal muda


Musisi Indonesia favorit kedua saya adalah Mochtar Embut yang karir musiknya dimulai dengan cara yang sama kayak aku - dengan piano! Beliau mulai belajar musik sendiri (luar biasa!), dan setelah banyak berlatih, beliau perlahan bisa menguasai instrumennya. Ya, aku tulisnya benar, kok, dengan latihan! Selain seorang komposer, beliau adalah seorang dirigen, sebuah karir yang membawanya ke Jepang, yang merupakan prestasi luar biasa pada saat itu.


Setiap nada dalam lagunya memancarkan kesepian dan rasa malu, karena Mochtar Embut adalah sosok terkenal yang menghindar dari pusat perhatian. Bahkan dengan partisipasinya dalam festival musik internasional di Jepang pada tahun 1971, Mochtar Embut ingin tetap berada di belakang layar. Lagunya, Dengan Cinta Terdalam dari Jakarta, disukai di seluruh dunia dan mendapat pujian tinggi dari panitia, yang sebenarnya gak tahu ada komposer di antara mereka.


Mochtar Embut telah memberikan kontribusi yang hebat bagi industri musik opera Indonesia. Namun, karena dedikasi kerjanya yang berlebihan, ia meninggal pada usia muda di 39 tahun.


Jadi, siapa musisi Indonesia favoritmu? Beri tahu kami di kotak komentar di bawah! Ada pertanyaan? Tanya di sini, ya!

10 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua