Cari

Lima Menit dengan Rose Mystica, Pendiri Ensiklomusika Music School

Semuanya dimulai saat aku berusia lima tahun.


Dimulai dari sebuah keingintahuan tentang alat musik, gimana mereka bisa membuat melodi yang indah. Minat ini mendorongku untuk belajar keyboard di usia delapan tahun, yang nantinya berkembang cepat menjadi penampilan pertunjukkan musik dan menulis lagu.



Aku terus bermain piano sampai sekarang, dan di satu hari latihan, tetanggaku mengetuk pintu rumahku. Ia memintaku mengajarkan piano pada anaknya yang berusia lima tahun. Aku tidak berpikir dua kali, dan langsung menentukan hari les. Di umur 15 tahun, aku mendapatkan murid pertamaku. Aku ingat semangatku, dan mengajarkan semua yang aku tahu waktu itu. Cerita itu lebih dari sepuluh tahun lalu, dan sampai hari ini, murid pertamaku masih bermain piano. Menurutnya, bermain piano membantu menenangkan emosinya. Jujur, rasanya kerja kerasku berhasil bagus.


Secara tidak sadar, murid pertamaku itu membantuku untuk mengajar dan membentuk Ensikomusika Music School today. Awalnya, aku hanya berencana untuk mengajar musik dan instrumen, tapi, sekolahku telah berkembang jauh lebih besar. Ia telah bertumbuh menjadi lembaga pendidikan.


Ensiklomusika Music School mendidik siswa dan orang tua untuk menghargai proses belajar musik, bukannya hanya fokus pada kemampuan bermusik. Aku membuat pendidikan yang holistik melalui musik, dan mengajarkan keterampilan lunak (soft skill) yang diperoleh dalam belajar musik. Yang terpenting, Ensiklomusika Music School telah menjadi tempat bagiku dan tim guru-ku untuk mendapatkan keterampilan yang diperlukan untuk mendidik mereka.


Pendekatan ke musik yang salah


Semenjak mengajar, aku melihat persamaan di antara muridku. Aku melihat orang tua mereka memberikan ambisi yang tidak sehat dan tekanan yang luar biasa ketika anak-anak ini belajar musik. Aku juga melihat harapan yang salah dalam memainkan genre musik, di mana orang tua memilih genre tertentu untuk menjaga reputasi. Kurva belajar muridku tidak akan bisa optimal, di bawah tekanan dan kesalahpahaman seperti itu.


Aku mau membantu murid-muridku lebih lanjut, dan memutuskan untuk mendirikan sekolah yang mendidik orang tua dan muridku sendiri. Maka dari itu, Ensiklomusika Music School pertama berdiri di Jakarta pada tahun 2012.


Dengan sekolah ini, aku mau murid dan orang tua mereka belajar sambil menghargai proses belajar musik. Proses belajar musik penting untuk keterampilan motorik, ingatan, dan kesehatan mental anak. Lebih bagusnya lagi, proses belajar musik juga membantu seseorang untuk mengenal dirinya sendiri. Hasilnya akan datang sendiri nanti, dan aku ingin Ensiklomusika Music School menyampaikan harapanku, lewat cara mengajarku yang unik.


Keinginanku mempengaruhi nama sekolahku juga. Ensiklomusika Music School adalah permainan kata ensiklopedia dan musik. Aku membentuk sekolah ini untuk menyatukan proses pendidikan, teori musik, dan cara bermain alat musik menjadi pendidikan yang bermanfaat. Menurutku sendiri, Ensiklomusika Music School adalah pendidikan musik yang holistik. Sebuah institusi pendidikan yang berpusat pada murid, dan fokus pada pembangunan karakter murid, nilai-nilai seperti kesabaran, kerja keras, penghargaan, dan konsistensi. Kemampuan bermusik menurutku malah pelengkap, karena itu pasti akan terbentuk sendiri.


Pendidikan 360 derajat yang bermanfaat


Aku selalu mencoba membentuk tim pengajar yang serba bisa dan adaptif. Aku membuat sebuah tim pengajar yang bisa jadi guru internasional, dan mampu menangani siswa dari seluruh dunia. Aku dan tim Ensiklomusika Music School telah menyesuaikan diri untuk membentuk pendidikan holistik bagi penghuni internasional di Indonesia - yang membuat kami fasih berbahasa Inggris. Karenanya, Ensiklomusika Music School merupakan satu-satunya sekolah musik di Indonesia yang fokus untuk mengajar ekspatriat, baru disusul pasar nasional. Ensiklomusika Music School juga menyewakan alat musik jangka panjang untuk ekspatriat yang tinggal sementara di Indonesia. Kami telah memberikan solusi yang holistik di mana murid kami bisa menyewa piano dan belajar musik di rumah, dengan pengajar Ensiklomusika Music School.


Ensiklomusika Music School mengambil berat pendidikan usia dini. Aku dan tim guru-ku mengajarkan musik sambil meningkatkan keterampilan lunak, atau soft skill murid kami. Kami berkolaborasi dengan orang tua untuk membangun pola pikir yang benar dalam belajar musik dan kepada anak-anak mereka. Kami sangat spesifik dalam mendidik anak-anak yang mampu menghadapi masa depan global.


Kami juga menerapkan pola pikir yang sama pada murid dewasa kami. Sebagai musisi, belajar musik adalah terapi buatku, dan murid dewasa kami juga berpikir yang sama. Sebagian besar lulusan dewasa Ensiklomusika Music School mengaku melihat perkembangan diri dengan pelajaran musik mereka. Belajar musik membantu mereka menyalakan kembali kepercayaan diri mereka. Proses mengajar dewasa tentu berbeda dengan anak-anak, di mana kami menggunakan mainan, gerakan, cerita, dan alat bantu belajar lainnya untuk jalur pemikiran anak-anak yang masih abstrak. Murid dewasa kami harus membentuk pola pikir mereka sendiri, di mana mereka diminta untuk menikmati proses belajar musik dan hasil akhirnya nanti.


Ketika murid kami menjalani ujian ABRSM atau Rockschool, Ensiklomusika Music School ingin memastikan bahwa siswa dan orang tua telah memahami proses belajar musik secara mendalam. Proses belajar musik membutuhkan waktu, usaha, kesabaran, konsistensi, dan akhirnya, ia menghasilkan kecakapan musik dan keterampilan hidup secara serentak.


Visi diriku sewaktu muda adalah untuk menciptakan pengalaman melalui pendidikan bagi Indonesia dan dunia, dan Ensiklomusika Music School telah mewujudkan visi itu. Sekolah ini mendobrak cara mengajar, belajar, dan pemikiran musik tradisional. Tim Ensiklomusika Music School telah membentuk sekolah ini menjadi lembaga pendidikan yang holistik.


Ensiklomusika Music School adalah sebuah pengalaman pendidikan lewat musik.



6 tampilan0 komentar