Cari

Asal Muasal Piano

Kalian semua pasti kenal piano, alat musik klasik nan mega yang cocok untuk para pelajar awal berbagai usia. Piano bisa memainkan sebuah melodi yang indah sendiri, juga cocok dimainkan dalam orkestra yang besar - atau bahkan jadi pusat perhatian! Untuk aku sendiri, piano itu bukan hanya alat musik penyalur kreativitas, tapi piano juga bersejarah untukku. Piano adalah alat musik pertama yang aku pelajari di awal karir musikku.


Piano adalah alat musik yang sangat indah, namun, pernahkah kita bertanya-tanya bagaimana piano dibuat, atau sejarah di baliknya?


Pertama-tama, kita semua tahu bahwa alat musik dikategorikan berdasarkan cara alat musik menciptakan suara. Secara historis, ada tiga kategori alat musik; senar, tiup, dan perkusi, dan uniknya, nenek moyang piano secara unik berasal dari ketiganya. Nenek moyang piano dapat dilacak melalui beragam alat musik, clavichord, harpsichord, dan dulcimer. Namun, ketika ditelusuri lebih jauh ke belakang, piano juga merupakan turunan dari monochord. Jadi, secara teknis, ia adalah alat musik senar. Lucu, kan?


Sebelum kita tambah bingung tentang bahasa-bahasa alien ini, aku bakal menjelaskan semuanya. Gimana ya piano jadi salah satu alat musik paling unik sepanjang masa? Yuk, simak!


Mekanisme senar di piano


Piano bisa dikategorikan jadi alat musik perkusi juga, karena, ketika tuts ditekan, palu di belakangmu akan memukul senar. Mekanisme ini mirip dengan dulcimer, alat musik tradisional di Timur Tengah dan Amerika Selatan. Dari kedua wilayah tersebut, dulcimer dibawa ke Eropa pada abad ke-11, dan membuat sejarah jadi salah satu asal mula piano.

Badan alat musik dulcimer memanjang seiring dengan fingerboard-nya, dan karena mekanisme permainannya, ia dimainkan pada tangga nada diatonis. Dulcimer memiliki kotak beresonansi dengan senar membentang di atasnya, dan ketika dimainkan, palu kecil akan memukul senar. Mirip sama piano, bukan?


Clavichord, lebih dekat ke piano, sedikit lagi!


Clavichord awalnya muncul pada abad ke-14, dan mulai terkenal selama Era Renaissance. Alat musik ini super terkenal pada tahun 1400-an sampai 1800-an, tapi habis itu popularitasnya malah meredup. Di abad ke-20 (kita di sini!), clavichord terkenal lagi, deh!


Pada dasarnya, clavichord itu adalah keyboard bersenar, yang dikembangkan dari monochord dari abad pertengahan, dan berbentuk seperti persegi panjang.


Clavichord sebetulnya terinspirasi dari organ pipa. Ingat gak, organ yang setiap penekanan tuts mengirimkan semburan udara melalui pipa untuk menciptakan musik? Menekan tuts clavichord akan melatuk batang kuningan, yang disebut tangen, untuk memukul senar dan menciptakan getaran. Getaran ini akan memancarkan suara dalam rentang empat hingga lima oktaf.


Kamu tahu gak siapa bintang clavichord? Bach!


Harpsichord: Selangkah lebih dekat ke piano!

Harpsichord pertama kali dikembangkan di Italia pada tahun 1500-an, dan langsung terkenal di Prancis, Flanders, Jerman, dan Inggris. Suara harpsichord sangat khas dan unik, dan banyak musisi langsung mengenali suara dari harpsichord dalam sekali dengar. Lalu, harpsichord juga identik sama Era Barok.


Ini adalah keyboard dengan sistem senar dan papan suara. Ketika tuts ditekan, plektrum yang melekat pada senar panjang, yang disebut jack, memetik senar dan menggetarkannya untuk menciptakan musik. Ini berbeda dari piano, karena piano mengeluarkan suara dengan pukulan palu. Iya, mirip dulcimer!


Meskipun telah dikembangkan dari versi sebelumnya, harpsichord memiliki reputasi yang sedikit kaku. Alat musik ini tidak ekspresif dibandingkan dengan clavichord, dan banyak musisi pada zamannya menyadarinya. Bahkan, bintang harpsichord François Couperin yang berasal dari Perancis, mengakui hal itu juga. Ia terkenal karena membuat semua musik yang dia buat paling baik terdengar di harpsichord saja.


Terus, baru deh piano!


Kita harus balik lagi ke Italia buat pengembangan terakhir alat musik tercinta kita ini.


Bartolomeo Cristofori adalah penemu piano. Dia tidak senang dengan kurangnya kontrol dan ekspresi harpsichord, dan beliau mau membuat perubahan untuk meningkatkan pengalaman musisi dan penikmat musik. Pada saat itu, musik telah tertanam secara mendalam ke dalam kehidupan orang, bahkan juga menandakan kecerdasan dalam kelas sosial. Cristofori mengganti mekanisme pemetikan menjadi palu - sebagai kombinasi antara clavichord dan dulcimer, dan secara revolusioner melahirkan kembali piano modern di tahun 1700-an. Menakjubkan, ya?


Alat ini memiliki nama yang unik pada awalnya; Clavicembalo Col Piano e Forte, yang secara harfiah diterjemahkan menjadi harpsichord yang dapat memainkan suara keras dan lembut. Aku pikir itu lucu banget! Tapi setelah itu, namanya disingkat menjadi istilah yang kita semua kenal dan cintai - piano.


Aku memulai Ensiklomusika Music School berbekal dengan kemampuan piano selama bertahun-tahun, dan kecintaan saya yang mendalam pada alat musik tersebut. Aku masih muda banget waktu aku mulai bermain piano, dan aku gak akan menjadi seperti sekarang ini tanpanya. Aku mau menularkan kebaikan ini kepada banyak anak-anak di luar sana - ataupun orang dewasa, lewat sekolahku ini.


Aku telah membangun tim musisi dan pendidik berpengalaman juga untuk menyampaikan misi ini. Aku yakin, mereka juga pasti senang untuk menularkan kebaikan ini ke seluruh dunia.


Kenali tim Bali kami di sini, dan tim Jakarta kami di sini!

43 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua